Resume mengukir jejak profesi, masa orientasi PPG unusa tahap 2

 

 
Harapan setiap bangsa adalah memiliki generasi muda yang berkualitas, dan salah satu faktor kunci dalam mewujudkannya adalah peran guru. Guru, setelah orang tua, merupakan pendidik terdekat yang berperan besar dalam membentuk karakter serta kompetensi anak bangsa. Karena itu, peningkatan kualitas guru menjadi hal yang sangat penting. Salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui Program Profesi Guru (PPG) yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga pendidikan, termasuk Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Komitmen Unusa dalam mencetak guru berkualitas terlihat dari penyelenggaraan PPG Tahap 2 tahun ini yang diikuti oleh 1.735 peserta. Para mahasiswa PPG tersebut berasal dari 24 provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Maluku Utara. Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unusa sekaligus Koordinator PPG, Dr. Nafi’ah, menyebut bahwa tingginya jumlah peserta ini menunjukkan antusiasme sekaligus besarnya kebutuhan peningkatan kompetensi guru di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unusa, Prof. Achmad Jazidie, menegaskan pentingnya disiplin yang harus terus ditanamkan dalam diri peserta PPG. Ia mengingatkan para calon guru agar semakin teguh dalam memilih profesi mulia ini. Prof. Jazidie bahkan mencontohkan kisah Jepang pasca-Perang Dunia II, ketika Kaisar Hirohito pertama kali menanyakan jumlah guru yang tersisa setelah kekalahan negaranya. Hal itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa guru merupakan jantung peradaban dan pilar utama dalam membangun kembali masyarakat.

Lebih lanjut, Prof. Jazidie menekankan bahwa peran guru sangat krusial dalam menentukan masa depan bangsa. Guru bukan hanya pengajar ilmu, tetapi juga pembentuk karakter. Ia menyebut bahwa keterampilan teknis memang penting, namun lebih utama adalah karakter yang kuat, yakni kecintaan pada kebenaran dan keberanian untuk menegakkannya. Nilai karakter tersebut akan secara langsung berpengaruh pada peserta didik yang mereka ajar, sehingga turut membentuk generasi penerus bangsa yang tangguh dan berintegritas.

Dukungan terhadap penyelenggaraan PPG Unusa juga datang dari pemerintah. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Prof. Dr. Nunuk Suryani, memberikan apresiasi karena program ini dinilai sejalan dengan upaya negara untuk menuntaskan sertifikasi guru di Indonesia. Ia menegaskan bahwa guru bukan sekadar pengajar, melainkan juga pembelajar sepanjang hayat yang terus mengembangkan diri demi anak didiknya.

Dengan berbagai pandangan tersebut, terlihat jelas bahwa penyelenggaraan PPG di Unusa bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan administratif sertifikasi guru, tetapi juga menjadi wadah pembentukan pendidik yang berkarakter, berkompetensi, dan siap mencetak generasi berkualitas untuk masa depan bangsa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Pkkmb Hari 1

Resume PKKMB Hari ke 2