Inilah hasil resume saya dari 3 pemberi yang keren-keren yang di adakan di PKKMB Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA)
Day 1
1. Tema Materi 1: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Pemateri : Yudi Latif, MA.,Ph.D
Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini mengalami pergeseran atau perubahan di semua sendi kehidupan yang sangat mengkhawatirkan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan suatu konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran, keluasan, dan kemajemukan keindonesiaan.
Jati Diri Bangsa Indonesia
Jati diri bangsa Indonesia tercermin dalam beberapa aspek penting, yaitu:
- Pancasila: Sebagai dasar negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kesederhanaan.
- Undang-Undang Dasar 1945: Sebagai landasan hukum yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI): Sebagai bentuk negara yang menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan bangsa.
- Bhineka Tunggal Ika: Sebagai semboyan yang menekankan pentingnya kesatuan dalam keberagaman.
Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Pembinaan kesadaran bela negara merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga negara dalam membela negara. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu :
- Pendidikan Kewarganegaraan: Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga negara tentang hak dan kewajiban mereka dalam membela negara.
- Latihan Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara.
- Kampanye Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.
Tujuan Bela Negara
Tujuan bela negara adalah untuk :
- Melindungi Negara: Dari ancaman dan gangguan yang dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan negara.
- Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa: Dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.
- Meningkatkan Ketahanan Nasional: Dengan meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara dan menghadapi ancaman.
2. Tema Materi 3 : Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA
Pemateri Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D
Profil Umum UNUSA
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) adalah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Kampus ini berlandaskan nilai-nilai ke-NU-an seperti moderasi, toleransi, dan kearifan lokal, yang dipadukan dengan ilmu pengetahuan universal untuk mencetak lulusan yang berakhlak mulia, unggul, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa. UNUSA telah terakreditasi oleh BAN-PT sebagai jaminan kualitas akademiknya.
Secara akademik, UNUSA memiliki berbagai fakultas, di antaranya Kedokteran, Ilmu Kesehatan, Kesehatan Masyarakat, Sains dan Teknologi, Ekonomi dan Bisnis, Agama Islam, Psikologi, dan Hukum. Program yang ditawarkan mencakup jenjang Diploma (D3), Sarjana (S1), dan Profesi (Dokter, Ners, Apoteker). Sistem pembelajaran menggunakan SKS sesuai standar nasional dengan kurikulum yang mengintegrasikan nilai Aswaja. Metode belajar dikembangkan melalui kuliah tatap muka, praktikum, blended learning, serta kegiatan berbasis student-centered learning.
Penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui jalur prestasi, ujian mandiri (UM-UNUSA), SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, serta jalur khusus Hafidz/Hafidzah. Fasilitas pendukung yang tersedia antara lain perpustakaan, laboratorium kesehatan dan komputer, layanan akademik digital, ruang kelas ber-AC, masjid kampus, serta rumah sakit pendidikan yang menjadi sarana utama bagi program studi kesehatan. Dari sisi biaya, terdapat SPP awal, biaya semester, dan biaya praktikum, dengan keringanan berupa cicilan maupun berbagai jenis beasiswa (prestasi, tahfidz, KIP Kuliah, serta dukungan yayasan).
Keunggulan utama UNUSA terletak pada integrasi nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dalam seluruh aspek akademik dan non-akademik, penguatan bidang kesehatan, serta atmosfer kampus religius yang inklusif. Selain itu, UNUSA aktif mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat, menjadikannya sebagai kampus yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga sosial dan kemasyarakatan.
3. Tema Materi 4 : Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis untuk Menemukan Solusi Terbaik
Pemateri : Dr.Pulung Siswantoyo,SKM.,M.KES.
Berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, baik di bidang akademik, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini mencakup keterampilan menganalisis informasi secara objektif, menilai validitas data, serta menyusun keputusan yang logis dan tepat. Untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, diperlukan strategi yang terarah dan konsisten.
Pertama, seseorang perlu mengembangkan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu mendorong individu untuk tidak hanya menerima informasi begitu saja, tetapi juga berusaha memahami latar belakang dan alasan di balik suatu hal. Dengan sering mengajukan pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana”, seseorang akan lebih mudah menemukan akar permasalahan, bukan sekadar melihat gejala di permukaan.
Kedua, penting untuk menganalisis dari berbagai perspektif. Dalam praktiknya, suatu masalah dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda, sehingga membutuhkan keterbukaan untuk mendengar pendapat orang lain. Dengan membandingkan berbagai sudut pandang, individu bisa menghindari pola pikir tunggal dan lebih mudah menemukan solusi alternatif yang mungkin lebih efektif.
Ketiga, kemampuan berpikir kritis harus dilatih dengan penalaran logis. Hal ini dapat dilakukan dengan mempelajari struktur argumen yang baik, mengidentifikasi kesalahan berpikir (logical fallacies), serta membedakan antara fakta, opini, dan asumsi. Melalui keterampilan ini, keputusan yang diambil akan lebih rasional karena didasarkan pada data dan bukti, bukan pada perasaan semata.
Selain itu, berpikir kritis juga dapat ditingkatkan melalui kerangka kerja pemecahan masalah. Beberapa metode yang efektif antara lain PDCA (Plan-Do-Check-Act), pendekatan 5 Whys untuk menemukan akar masalah, dan analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman. Dengan kerangka ini, proses pemecahan masalah menjadi lebih sistematis dan terarah.
Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah kewaspadaan terhadap bias kognitif. Bias kognitif seperti bias konfirmasi (cenderung mencari informasi yang sesuai dengan keyakinan pribadi), bias anchor (terlalu terpengaruh pada informasi pertama), dan bias ketersediaan (lebih mengandalkan informasi yang mudah diingat) dapat mengaburkan objektivitas. Untuk mengatasinya, seseorang perlu mencari data yang berlawanan dengan pendapat pribadi dan melibatkan orang lain dalam proses pengambilan keputusan.
Selanjutnya, refleksi diri merupakan langkah penting dalam mengasah kemampuan berpikir kritis. Dengan merenungkan keputusan yang telah dibuat, mengevaluasi hasil, serta mempelajari kesalahan maupun keberhasilan, individu akan memiliki pengalaman yang bisa menjadi dasar dalam menghadapi persoalan serupa di masa depan.
Kemampuan berpikir kritis juga berkembang melalui diskusi dan debat. Keterlibatan dalam forum diskusi mendorong individu untuk mendengarkan secara aktif, memahami argumen orang lain, sekaligus melatih keterampilan menyampaikan pendapat dengan alasan dan bukti yang kuat. Diskusi yang sehat dapat membuka wawasan baru dan melatih kemampuan berpikir lebih mendalam.
Terakhir, berpikir kritis memerlukan proses belajar yang berkelanjutan. Membaca berbagai sumber dari disiplin ilmu yang berbeda, mengikuti kursus atau pelatihan, serta menerapkan pengetahuan baru dalam situasi nyata akan memperkaya cara berpikir. Proses ini akan membentuk pola pikir terbuka, adaptif, dan lebih siap menghadapi perubahan.
Kesimpulannya, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis membutuhkan latihan yang konsisten melalui berbagai strategi. Dengan mengembangkan rasa ingin tahu, menganalisis dari berbagai perspektif, melatih penalaran logis, menggunakan kerangka pemecahan masalah, mewaspadai bias kognitif, melakukan refleksi diri, aktif berdiskusi, dan terus belajar, seseorang akan mampu menemukan solusi terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Komentar
Posting Komentar